Apalah Arti Sebuah Nama… Katanya

CYMERA_20130510_183122Beberapa tahun lalu, saya menerima bukti terbit salah satu buku terjemahan saya. Meskipun sampai sekarang saya masih “norak” ketika menerima bukti terbit, saat itu rasanya lebih di awang-awang lagi. Begitu tahu petugas tiki datang mengantarkan paket untuk saya, saya segera merobek bungkusannya, mengamati sampul bukunya sekilas, buru-buru membuka halaman hak cipta, dan membaca…

Penerjemah: Lulu Rahma

Astaga. Siapa orang ini? Saya sama sekali tidak kenal. Hehe, mungkin lebay, tapi ternyata typo sedikit bisa mengubah nama jadi asing sama sekali. Beberapa hari kemudian, ketika kebetulan disuruh bertandang ke penerbit tersebut, saya langsung protes. Tapi karena sudah terlanjur diterbitkan, si editor tidak bisa berbuat apa-apa dan berjanji mengubahnya pada cetakan kedua.

Lanjut membaca

Yuk, Ringankan Tugas Penyunting

edit and keep calm

Saya: Apa saja jobdes saya, Pak?
Bos: Ya… ngedit
Saya: Selain itu apa, Pak?
Bos: Ya… ngedit aja. Itu sih yang penting.

Saya masih ingat pertemuan pertama dengan mantan bos di penerbit ketika saya menanyakan gambaran tugas editor. Jawabannya seperti di atas, meski belakangan, terkuak tugas saya jauuuh lebih banyak :) Tapi kalau dipikir-pikir, di antara tugas seabrek-abrek editor seperti yang ditulis Nui di sini, menyunting memang menyita porsi terbesar.

Selama menyunting, baik sewaktu masih berkantor maupun setelah menjadi freelance, saya mendapat banyak pelajaran. Salah satunya, tidak ada naskah yang bebas edit, sekalipun jam terbang penerjemahnya sudah tinggi. Meski kalau ada, kesalahannya minor sekali, sebatas salah ketik atau hal-hal lain yang manusiawi.
Lanjut membaca

Jalan Pagi di Situ Gintung

Mumpung akhir pekan, dan karena sedang jenuh menerjemahkan (*celingak-celinguk cari editor saya*), saya ingin memposting tulisan di luar penerjemahan. Belakangan, saya berusaha giat kembali berolahraga. Sebenarnya, saya hampir tidak pernah mengalokasikan waktu khusus untuk berolahraga. Tapi, karena dulu kantor tidak jauh dari rumah, sesekali perjalanan pulang-pergi saya lakoni dengan berjalan kaki atau bersepeda. Sekarang, sejak bekerja di rumah dan lebih banyak duduk di depan komputer, saya merasa kurang banyak bergerak.

Beruntung tempat tinggal saya tak jauh dari bendungan Situ Gintung yang kini jadi kawasan wisata Ciputat. Beberapa bulan ini saya berusaha rajin jalan pagi mengitari separuh bendungan. Nggak bisa dibilang rajin juga sih… Minimal 3 kali seminggu, dengan durasi sekitar 30-45 menit. Saya menghindari hari Minggu, karena ramainya luar biasa. Saya biasanya mulai begitu langit terang. Pulangnya mampir ke tukang sayur yang mangkal di dekat bendungan. Jarak tempuh saya sekitar dua kilometer. Yang paling “menyebalkan” adalah bagian menuruni tanggul dan kemudian mendakinya lagi. Bisa dipastikan keringat mengucur deras. Alhamdulillah, setelah itu badan terasa segar.

Lanjut membaca

Profil Saya di SiHapei

Alhamdulillah, akhirnya saya memiliki akun di Direktori Penerjemah & Juru Bahasa Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan SiHapei (Sistem Informasi Himpunan Penerjemah Indonesia). Direktori ini mulai beroperasi sejak tanggal 5 Maret 2013 dan merupakan satu-satunya direktori penerjemah dan juru bahasa di Indonesia. Direktori ini disediakan bagi anggota penuh HPI dan bertujuan menampilkan profil anggota agar dapat terlihat oleh para pengguna jasa baik dari dalam maupun luar negeri.

Profil saya sendiri masih harus dilengkapi, tapi untuk saat ini cukuplah sebegini dulu :) URL umum profil saya adalah: http://sihapei.hpi.or.id/member/profile/HPI-01-12-0591